Identitas buku
Judul:Kandang kambing Nurjawilah
Penulis:Damhuri Muhammad
Penerbit:Kompas
Tahun:2020
Sinopsis
Nurjawilah adalah seorang wanita yang tinggal di rumah lapuk nan reot bersama kambing kambing nya yang kandangnya tak kalah lapuk juga.Mantan suaminya yang bernama jukidal itu menceraikan Nurjawilah dan meninggalkan anak bungsu nya bernama azman. Suatu hari dimana ia di tegur sang pemilik toko Cina di negeri Cina yang bernama Chien Bi, untuk memperbaiki kandang kambing nya karena sudah tidak layak di lihat nya, dan rentan rubuh menimpa kambing-kambingnya.
Nurjawilah memastikan simpul kebatan karet gelang pada lembaran-lembaran uang dalam kantong kresek hitam di keranjangnya aman, sebelum ia beranjak pulang. Begitulah dunia Nurjawilah, rumah reot, tumpukan rumput, tali tali kambing, kandang lapuk, dan toko Chien Bi di kampung cina, tempat ia menjual kambing-kambing piaraannya, sudah tiba waktunya.Orang pertama yang ia temui dalam rencana renovasi kandang kambing itu adalah Khatib Gembrot, kakak kandung Nurjawilah sendiri. Ia tahu betul reputasi Khatib sebagai tukang kayu. Jangankan urusan kandang kambing, renovasi rumah reot yang kini dihuni Nurjawilah pun akan beres dengan mudah di tangannya.
Nurjawilah menghampiri saudara kandungnya yang berkerja sebagai tukang kayu, bernama Khatib Gembrot, Nurjawilah meminta khatib untuk membantunya merenovasi kandang kambingnya. Namun, khatib tengah sibuk karena sedang bertugas membangun musholla di kampung sebelah dan akan segera di tanda tangani bupati.
Nurjawilah merasa jengkel saat itu, tat kala khatib kakaknya, selalu memberi alasan dan seolah olah enggan membantunya, sedangkan mata pencarian uang untuknya dan anak bungsunya azman adalah dari kambing kambing itu sendiri. Nurjawilah semakin jengkel saat ia mulai berdebat dengan khatib gembrot itu.
Suatu malam menjelang hari kemerdekaan, kambing kambing Nurjawilah mengembik tanpa sebab, suaranya, terdengar hingga tengah kampung, menarik perhatian warga di sekitar rumah Nurjawilah bergegas melihat kandang kambing Nurjawilah di lereng bukit sana.
Warga segera bergegas untuk kerumah Nurjawilah untuk melabraknya, dengan suara keras dan yel yel menuduh, warga menyuruh Nurjawilah untuk keluar, menghadapi warga warga sekitar.
Jawilah bergegas turun. Ditantangnya muka-muka sangar itu. Ditatapnya tampang-tampang pandir itu. Satu per satu. Termasuk tampang Jukidal, ayah dari anak anaknya.
Yel-yel menyeruak deras. Dari mulut-mulut nyinyir orang-orang di halaman rumah Nurjawilah. Termasuk mulut Jukidal, mantan suami Nurjawilah. Suara teriakan demi teriakan itu memecah senyap malam. Tak menunggu lama, keributan itu tersebar luas ke seluruh penjuru kampung.
Perdebatan di mulai, hingga akhirnya di menangkan oleh Nurjawilah yang berkata “Kalian tahu? Di kampung Cina sana, orang-orang mendengar adzan lima kali sehari. Tapi mereka tak takut anak cucunya bakal masuk Islam. Paham kalian?”
Analisis
Tokoh-tokoh yang ada dalam cerpen kandang kambing : Ini adalah kisah tentang seorang wanita yang tinggal sendiri di rumah yang lapuk nan reot bersama kambing-kambingnya yang kandang nya tak kalah lapuk juga.
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan cerpen ini terlihat dari cara Damhuri Muhammad membuat kisah tentang seorang wanita yang tinggal sendiri dan tidak terlalu berlebihan. Bukan tanpa kekurangan, cerven kandang kambing memiliki banyak tokoh tambahan yang mungkin bisa saja membuat pembaca kebingungan dengan alur ceritanya.
Kesimpulan
Dari kesimpulan dia bahwa cerpen yang berjudul kandang kambing Nurjawilah yang ditulis oleh Damhuri Muhammad ini sangat unik, memberikan kesan dan hikmah yang jelas bagi pembacanya